“Inget, dunia Lo bergerak bukan karena Seseorang atau Sesuatu, tapi karena Allah”

Siang itu Sunda bangun dengan nafas yang masih memburu, ditengah tawa keras teman-teman satu kontrakannya, Ia gelagapan mencari telepon selular miliknya.
“Ah aku ketiduran habis ashar rupanya” Gumam Sunda.
Menurut Yudha, si Orang dengan tawa paling keras, Sunda berteriak-teriak dalam tidurnya.
“Pasti gara – gara itu” kata Sunda dalam diamnya.
Sambil menahan kesal, Sunda melengos ke kamar mandi dan mengambil air wudhu.
Belakangan ini Sunda memang tengah terjebak dalam pikiran-pikiran duniawi yang kian menjemukan, rasa jemu yang menjalar sampai ke dalam mimpi itu diakibatkan posisinya di Kantor yang sedang tak menentu, dua hari lagi kontraknya habis dan belum ada tanda-tanda panggilan dari HCD, meskipun atasannya sudah menggaransi posisinya, Sunda tak pernah berhenti risau sebelum Ia melihat sendiri namanya tertera di SK direktur. Ditambah lagi, Sunda, yang begitu memuja seorang Perempuan harus menyaksikan harapan-harapannya remuk redam tatkala Sang Pujaan memilih untuk tak lagi meneruskan hubungan yang sudah semakin dekat pada pernikahan.
Pikiran buruk tersebut terus mengintai sampai ke dalam mimpi, Sunda begitu mengharapkan kedua hal tersebut, Pekerjaannya dan Perempuannya. Ia adalah anak pertama, Ayahnya adalah Kuli Bangunan, Ibunya adalah Penjual Gorengan, Sunda begitu ingin mem-pensiunkan kedua orang tuanya dan mengambil posisi sebagai pundak dan punggung keluarga, dan baginya, saat ini posisi Karyawan Tetap lah yang menyelesaikan masalah pertama.
Sementara soal perempuan, Sunda memang sudah pasrah, Ia betul-betul tahu bahwa tidak ada yang lebih baik kecuali memberikan kepastian, sementara Sunda, ah jauh lah bicara soal kepastian, Dia terlalu takut untuk berharap berlebihan. Namun sayangnya, Ia juga tak pernah siap untuk pergi dan melupakan.
Dalam kondisi seperti itu, Sunda tak punya banyak pilihan, Ia cari nomor Whatsapp Firkhan, seorang Instruktur sebuah Sekolah Vokasi yang sudah berteman dengannya sejak lama.
“Inget, Dunia Lo bergerak bukan karena seseorang atau sesuatu, tapi karena Allah” tulis Firkhan dalam pesan virtualnya.
Deg. Firkhan, Manusia ini tak pernah berbicara seperi Ust. Hannan Attaki sebelumnya, namun entah apa yang hari ini dia pikirkan, mungkin Firkhan mulai merasa bahwa Sunda sudah terlalu berlebihan dalam memperlakukan seorang anak manusia. Memang, Firkhan termasuk orang yang cukup jengkel dengan kelakuan Sunda yang terlalu banyak pertimbangan, baginya, Sunda sudah terlalu banyak melewatkan kesempatan karena alasan-alasan konyol. Dan sebagai teman, Firkhan merasa sudah waktunya Sunda beranjak dari sudut nyaman nya.
“Coba deh, liat kantor lo, orang-orang disana, terus pikirin, apa yang lo lewatin. Kasih tau gue kalau lu udah nemu jawabannya.” Firkhan mengakhiri percakapan sore itu dengan emoticon jempol kebawah, tanda ejekan mesra ala Firkhan pada Sunda.
“Kantor gue, apa yang gue lewatin dari kantor gue?” pertanyaan itu berkecamuk dalam benak Sunda hingga esok harinya Ia masuk kantor.
Sambil menyortir email demi email dari Kawan-kawannya di Site, Sunda terus memikirkan apa yang dikatakan Firkhan kepadanya kemarin, “Apa yang Gue lewatin di PATRIA?” kembali Ia bergumam dalam hati.
“Ah, entahlah.” Dengus Sunda kesal, Ia memang tak pernah bisa menemukan jawaban dengan mudah.
“Gus kalau ada yang nyari gue gue ke toilet” Kata Sunda pada Agus yang tengah asyik dengan pekerjaannya.
Sunda berjalan menuju toilet yang terletak persis di samping Musholla, saat masuk ke Toilet, Ia menyadari sesuatu, di Kantornya, orang-orang selalu mengutamakan Ibadah Sholat Wajib tepat waktu meskipun banyak masalah dan pekerjaan, tapi herannya, mereka masih bisa menyelesaikan pekerjaan mereka dengan baik. Berbeda dengan Sunda, ia merasa sudah bekerja keras sampai mengakhirkan waktu shalat, namun Ia tak pernah mencapai level orang-orang yang selalu mengusahakan shalat tepat waktu ini. Orang-orang ini terlihat selalu ceria dan penuh tawa, sekalipun pressure bekerja selalu sama dan tak pernah berkurang.
Dan kalau dipikir-pikir lagi, kegiatan Ibadah di Kantor ini begitu subur, Masjid yang selalu ramai saat Dzuhur dan Ashar, Kajian-kajian Islam yang bermacam-macam, dan terakhir kemarin, buka bersama seluruh karyawan yang diisi dengan training motivasi berlandaskan spiritual serta santunan terhadap yatim piatu dengan mengorbankan waktu kerja sampai 1 Jam, hal yang mungkin tidak terjadi di tempat lain.
Dan, bagaimana rasanya ketika satu perusahaan terlihat kompak dalam sebuah shalat Ashar yang dipimpin oleh Presdirnya, Indah bukan?
Dari situ Sunda mengerti apa yang Firkhan bilang, meskipun Firkhan hanya mendengar cerita dari Kawan yang lain, tapi Firkhan mampu menyadarkan Sunda tentang satu hal : 'Utamakan Allah, maka Allah akan mencukupkanmu'.

“Gue ngerti Fir” buru-buru Sunda mengetik pesan virtualnya
“Udah nemu jawabannya” balas Firkhan
“Iya Fir, Doain gue biar Inget Allah dulu, Ingat Allah lagi, Ingat Allah terus”
“Nah gitu dong, itu baru Kaldera Sunda yang temen gue” Sanjung Firkhan
-

Nama Lengkap: 
Rizky Nugraha
Nama Kontingen Perusahaan: 
United Tractors Pandu Engineering
Alamat Perusahaan: 
Jl. Jababeka XI Blok H 30-40 Kawasan Industri Jababeka