Belajar Dari Solihin, Office Boy di Tempat Kerjaku

Namanya Solihin, ia office boy di tempat kerjaku, PT Menara Terus Makmur, perusahaan komponen otomotif anggota Grup Astra Otoparts yang berlokasi di Jalan Jababeka XI Cikarang Kabupaten Bekasi. Usia Solihin jauh lebih muda dariku, mungkin selisih sepuluh tahun. Hampir setiap pagi, Senin sampai dengan Jumat, aku bertemu dengannya. Percis pukul delapan tiga puluh pagi. Kadang pertemuan itu tidak terjadi tepat waktu, ketika aku datang terlambat dan Solihin sudah pergi mengerjakan pekerjaan yang lain.

Ya, setiap jam setengah delapan pagi, Solihin masuk ke ruanganku, Gudang data QMR. Solihin datang untuk membersihkan ruangan. Menyapu lantai dan mengepel lalu menaruh gelas air minum dan jatah snack pagi. Jam setengah delapan dipilih Solihin karena ruanganku memang tertutup dan hanya aku dan pos satpam yang memiliki kuncinya.

Dari interaksi setiap pagi, banyak pelajaran yang aku dapatkan dari sosok Solihin, ayah muda asli Cikarang Bekasi yang belum lama ini dikaruniai anak pertama. Saat jam istirahat sepuluh menit pukul 9.30 pagi, Aku kerap menemukan Solihin di sudut masjid atau musholla pabrik. Sholat sunnah dhuha rutin ia tunaikan.

Solihin juga sering mengerjakan puasa sunnah senin-kamis. Mungkin tak terlalu rutin, tapi jika dibandingkan denganku, sepertinya ia lebih rutin mengerjakannya.

Suatu ketika Aku pernah bertanya padanya, “hin, kamu pernah bosan gak kerja disini, merasa kurang penghasilannya atau gimana gitu?”

Menanggapi pertanyaan itu, Solihin bercerita bahwa pernah suatu ketika ia ditawari pekerjaan di pabrik lain oleh sahabat di kampungnya.

“Pernah kang, saya ditawarin kerjaan ama temen sekampung. Sama sih kang, gak beda ama disini, disana jadi OB (Office Boy) juga. Tapi itu pabriknya lebih deket ama rumah saya. Lah naek motor 5 menit geh nyampe kesitu,” kata Solih.

“Terus gimana hin, kalau emang lebih deket dan gajinya sama ama disini, kenapa gak diambil aja kerjaan itu?” tanyaku.

“Saya nanya ibu saya dulu kang. Kan ridho orangtua itu yang terbaik ya. Saya nanya ibu saya, boleh kagak pindah kerjaan!”

“Terus hin, gimana pendapat ibu kamu?”

“Eh, ibu saya gak ngebolehin kang. Katanya udah di MTM aja luh, disitu kan udah jelas orangnya baek-baek. Lah di tempat baru belum tentu sama ama di MTM."

“Terus kamu gak jadi pindah kerja gara-gara ibu kamu bilang gitu?”

“Ya enggak lah kang. Pokoknya kalau kata ibu saya gak boleh, ya saya ikutin kang! Kalo orangtua gak ridho, ngapain dijalanin, takut entar kenapa-napa,” tegas Solihin.

Dari berinteraksi dengan Solihin, aku banyak belajar banyak hal. Tentang kesederhanaan, tentang berserah diri, tentang istiqomah, juga tentang bagaimana bersikap terhadap orangtua.

Nama Lengkap: 
Enjang Anwar Sanusi
Nama Kontingen Perusahaan: 
Menara Terus Makmur
Alamat Perusahaan: 
Jalan Jababeka XI Kawasan Industri Jababeka I Cikarang