Inikah Rasanya .. ?!?

" Kasih sayang keluarga yang selalu kusayangi, ku berjuang dengan cinta yang takkan mati, mengalir dan tak pernah berhenti bagai desiran ombak samudera yang terus menghantam, menghujam dataran bumi ini
Salam dariku adalah sapa, dari mereka adalah doa agar hidup kuraih titik sempurna dorongan jiwa taburan cinta adalah anugerah tak terbatas
Semoga semuanya berkah tak bertepi selalu tersirami hingga kelak kudapat meraih hati semua cita-cita dan mimpi dengan cinta sejati "

Beberapa bait lagu dari bondan prakoso and feat two black yang terdengar dari airphone pribadiku, membangunkanku dari tidur panjang ini. Terpenjat kulihat jam sudah terlalu siang, matahari sudah menampakan sinarnya yang begitu terang, bahkan rezekiku sudah dimakan ayam-ayam yang kelaparan. “ah.. sial kesiangan lagi!!” desahku bernada kesal. Dan terdengar di balik pintu kamarku dentuman kayu yang begitu keras, “tok tok tok tok.. bangun irfaan!!, ini sudah terlalu siang, tak ingatkah kamu hari ini hari senin?” tak asing lagi itu suara ibuku yang membangunkan anaknya yang pemalas “iya bu.. aku sudah bangun kok” jawabku sambil merapihkan ranjang tidurku.

Bergegas ku pergi ke kamar mandi,
tubuh terasa segar setelah mandi pagi memang itu benar, seperti halnya kebingungan ini yang masih segar dan tak me-layu. Terlahir dari keluarga yang cukup religius memang anugerah yang patut disyukuri, tetapi tak bisakah sedikit saja melakukan hal yang disukai tanpa terikat keluarga yang religius, semaunya, tanpa melanggar norma-norma agama, mengapa harus selalu taat agama? Aku pun sama saperti anak yang seumuran lainnya, ingin menghabiskan waktu, bersuka ria, tanpa ada yang membuat jera. Mungkin keluarga lebih tau mana yang lebih baik untuk anaknya kelak.

Mulai kukemas hampir seluruh pakaianku yang berada di lemari baju ke dalam koper, tak lupa pula Alquran sebagai pedoman hidup umat islam, begitu kata orangtuaku.

Sudah hal yang biasa jika setiap hari telinga ini selalu disuguhkan dengan siraman rohani dari orangtua, aku lupa .. ternyata bukan siraman rohani tetapi guyuran rohani lebih tepatnya. Di dalam mobil pun ketika dalam perjalan selalu itu yang menjadi makanan pokok, hanya menganggukan kepala ketika mendapati itu. Tak ada yang salah memang, tapi rasanya daun telinga ini sudah tak sanggup lagi membendungnya. Terdengar jelas untaian kalimat ayahku “irfan, ingat pesan ayah, di tangerang nanti kamu tidak boleh bermalas-malasan seperti sekarang, disana akan banyak ilmu yang bisa digali semaumu, bargaul lah dengan teman-teman yang baik, banyak keberkahan dari mereka, asal kamu yakin dan percaya, itu saja kunci kesuksesannya” dan lagi-lagi akupun hanya menganggukan kepala.

Mulai kuberpikir.. sesekali ku merasakan hal yang tak ingin kulewatkan, sesekali ingin rasanya hal itu tetap bertahan, namun kutahu, sesuatu yang ada pasti akan tiada, begitulah dan akan selalu begitu, tinggallah kunikmati atau mengira-ngira akan sesuatu yang terjadi nanti.
Tidaklah sia-sia, meskipun telah tiada itu pernah ada, meskipun tak lagi ada, tapi ini tentang bagaimana aku merasa, indahkah? burukkah? indah yang menjadi buruk? Atau buruk yang menjadi indah? dan semoga semuanya tetap indah .

Hari senin pagi ku siap untuk bekerja di Astra Daihatsu Karawaci , ini adalah pengalaman pertama ku pergi dari rumah , jauh dari orang tua untuk bekerja .

Jam 16.00 waktu selesai bekerja , teringat pesan ayah yang telah disampaikan kepada ku " laksanakan sholat 5 waktu dan baca alquran "

Malam tiba , rasa sunyi yang kurasakan
Hari-hari ku kini sepi tanpa guyuran rohani yang setiap hari aku dengarkan dari orang tua ku .
Ternyata ini lah rasanya jauh dari orang tua dan memiliki keluarga religius itu sangat berharga dalam hidupku .

Do'a untuk orang tua yang jauh disana :
“Ya allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.

Nama Lengkap: 
Achmad irfan ubaidillah
Nama Kontingen Perusahaan: 
Astra International - DSO
Alamat Perusahaan: 
Jl.otista raya no 21 grendeng , tangerang , karawaci