Ketika Dunia Bukan Penolongmu

Kerjasama tim memang salah satu ikatan dalam dunia kerja. Kita harus siap bertemu dengan orang yang berbeda karakter untuk menjadi rekan kita. Bagian Tim Study adalah posisi saya di tempat kerja, yang selalu bertemu dengan banyak data. Pada awalnya, rasanya pekerjaan itu berat karena masih perlu mengasah keahlian dalam menggunakan microsoft Excel untuk mengolah data. Mengolah data dengan cara manual tentunya membutuhkan waktu yang lama, oleh karena itu menggunakan rumus-rumus yang ada dalam excel sangat membantu kita dalam mengolah data dan analisa.
Saat itu, saya punya teman satu tim yang kebetulan baru masuk ditahun yang sama. Pada awalnya memang belum kelihatan keahliannya dalam memakai excel. Tapi, setelah kita sering sharing ternyata dia sudah mahir excel. Dari situlah saya banyak belajar menggunakan rumus-rumus yang ada di excel sehingga pekerjaan bisa cepat terselesaikan. Lulusan Cumlaude dari Universitas ternama di Jakarta itu bernama Asep.
Asep sangat rajin dan kinerjanya selalu dinilai bagus oleh atasannya. Dialah teman yang mengajariku untuk mengolah data dengan cepat dan selalu punya inovasi-inovasi yang bagus untuk diterapkan.
Namun, saya mulai penasaran dengan hubungan sosialnya, dia jarang bersosialisasi dengan teman-teman di kantor. Bahkan teman-teman di kantor banyak yang belum kenal dengannya padahal sudah hampir satu tahun bekerja. Biasanya untuk para lelaki saat adzan dzuhur tiba, mereka pada jalan ke Masjid untuk sholat berjamaah. Tapi Asep lebih memilih berdiam di mejanya atau terkadang langsung pergi makan sendirian.
Pada awalnya saya masih sering ngajakin dia untuk sholat di Masjid, tapi selalu ada alasan karena mau pergi atau nanti aja nyusul. Karena sudah terlalu sering dia beralasan, akhirnya lama-lama saya hanya berpamitan saja.
“Mas, saya ke Masjid duluan ya,”
“Oke mbak,” sahutnya
Setelah mengenalnya beberapa bulan, saya baru tahu ternyata dia memang kurang rajin dalam menjalankan sholat. Ketika sedang rapat dan tiba waktu sholat dzuhur, kebetulan saya sedang berhalangan, saya tidak melihat keluar ruangan sama sekali. Teman-teman satu tim kita yang lain ternyata sudah tau tentang Asep. Hingga sering disindir oleh satu teman kami waktu sedang asyik bercanda.
“Sep, kamu kalau pagi bangun jam berapa kok sering berangkat siang?” Canda Reni
Asep hanya senyum.
“Jangan-jangan Subuhnya dijamak ya,” tambah Ayu
Sebenarnya ketika mendengar sindiran-sindiran itu merasa kasihan walaupun niatnya teman-teman hanya bercanda. Tapi memang tiga bulan belakangan dia jadi sering datang telat, padahal statusnya masih belum jadi pegawai tetap.
Karena sering absen, Asep dipanggil oleh HRD dan mendapatkan teguran, apabila dia masih sering absen lagi maka tidak akan di angkat menjadi pegawai tetap.
Saat itu, sebagai teman saya sering mengingatkan untuk segera memperbaiki absensinya agar bisa diangkat jadi pegawai tetap dulu. Banyakin berdoa biar dikasih jalan yang terbaik oleh Allah.
Namun, masalah itu sepertinya tak membuat dia bisa merubah akhlaqnya. Walaupun dia tidak suka bersosialisasi, tapi masih banyak yang peduli dan selalu ngasih masukan padanya termasuk atasan sendiri. Atasannnya pun menyetujui jika dia tetap diangkat menjadi karyawan tetap, karena secara kinerja dia bagus.
Surat keputusan perusahaan pun keluar, yang menyatakan bahwa Asep harus diperpanjang kontraknya selama enam bulan. Keadaan tersebut malah membuat dia sering menghilang, jika tidak masuk kantor selalu tak memberi kabar, ditelpon pun tak pernah diangkat. Akhirnya kami berinisiatif untuk mencari dikosannya, tapi ternyata alamat yang pernah diberikan bukan alamatnya.
Satu bulan setelah kejadian itu, tepat setelah lebaran tahun lalu dia mengirimkan surat pengunduran diri ke kantor tanpa pamitan secara baik kepada kami timnya maupun pihak HRD. Memang inovasi-inovasi yang telah dia berikan untuk perusahaan sangat bermanfaat, tapi dia belum bisa memberikan manfaat untuk dirinya sendiri. Apa yang dia lakukan dengan jeleknya absensi malah menjadi bumerang untuk dirinya.
Dari kejadian itu, bisa diambil pelajaran bahwa kita jangan terlalu mengejar dunia hanya dengan kerja yang gigih. Tapi, untuk urusan akhirat juga harus dilaksakan, jangan terlalu mencintai dunia karena dzat yang bisa menolong kita hanya Allah SWT. Ketika bekerja diniatkan sebagai ibadah maka insyaallah akan selalu mendapatkan berkah. Salah satunya sholat merupakan ibadah yang paling mudah tapi sulit untuk dijalankan bagi orang-orang yang belum beriman. Walaupun sering memberikan ide-ide yang cemerlang saat bekerja, tapi jika ditambahi dengan akhlaq yang baik pasti akan lebih menarik perhatian di mata atasan dan terutama Allah SWT.

Nama Lengkap: 
DEWI LEGO WATY
Nama Kontingen Perusahaan: 
PAM Lyonnaise Jaya
Alamat Perusahaan: 
JL. DARMAWANGSA RAYA NO.04 KEBAYORAN BARU