Loker B171 - Karenamu, aku mengenal-Nya

Perkenalan kami dimulai sejak aku menjalani training sebagai karyawan baru di PT Denso Indonesia. Setelah melewati tahap yang panjang dan penuh perjuangan, akhirnya aku beserta ke 15 orang lainnya. Menjalani 3 hari tahap training, tiba saatnya untuk melewati 7 hari tersisa dan terjun langsung ke line.Pembagian kerja, pertama kali aku ditempatkan di line sub assy starter, hari berlalu perubahan posisipun terjadi, Ya.. aku dipindahkan ke line lain tepatnya di pos 7 aku terdampar.Kamis dan jumat berada dibawah bimbingan seorang leader. Akupun memperhatikan bagaimana operator lain bekerja, SOP ku perhatikan baik-baik, ia mengajarkanku dengan seksama. Alhamdulillah ilmu baru ku dapatkan darinya. Senin pagi, kini giliranku berada dibawah leader yang lain, Imam Mahdi namanya. Kali ini memperhatikan operator lain bekerja di pos yang sama, disinilah awal aku mengenalnya, pemilik loker 603. Ia bekerja di pos tepat disampingku. Perkenalan pun dimulai, kami saling berbalas senyum dan sapa. Kesan pertama yang kudapat, ia adalah orang yang cerewet, namun sangat ramah dan perhatian. Tak sampai beberapa jam, ku temukan sifatnya yang baru yakni iseng dan usil , sudah sepaket sepertinya. Dia menakutiku bahwa aku tak akan tanda tangan kontrak, oh tidak.. aku sudah menunggu terlalu lama, dan harus menunggu lagi, huft.. selalu saja dihantui dengan perasaan seperti itu, cukup membuatku kesal dan berbuah tawa yang ia balas, hmm -_- .Beberapa hari berdiri dibelakang operato, akhirnya tibalah masaku untuk mengeksekusi salah satu mesin di pos tempatku bernaung. "yess, akhirnya.." dalam hatiku bergumam senang. Awal bekerja, aku berubah menjadi sosok pendiam, hanya fokus dan fokus pada mesin-mesin yang ada didepanku. Sesekali ia mengajakku bicara, namun hanya kutanggapi dengan singkat, rasanya masih terlalu canggung untuk bercakap banyak.Seiiring berjalannya waktu, aku semakin akrab dengannya, hari Jumatpun tiba , ia mengajakku untuk ikut hadir pada kajian keputrian yang rutin diadakan setiap jumat di mushola khusus wanita, mushola akhwat dia menyebutnya. Rasanya hati ini ingin menolak ajakanya, "ngapain sih , mending bobo cantik istirahat" dalem hatiku berbisik penuh godaan. Aku pun terpaksa ikut denganya datang ke mushola akhwat di sudut area kantin.Waktu berlalu, jumat pun datang kembali , dan dengan ajakan yang sama aku pun menjadi rutin ikut kajian keputrian. Rasa itu pun muncul seiring waktu, rasanya senang jika ikut kajian keputrian, nyaman, adem, senenglah pokoknya. Suatu hari ketika tamu khusus wanita datang (read: Haid) aku menolak ajakanya dengan halus, tak enak rasanya jika dalam keadaan seperti ini ikut kajian. Aku pun pamit padanya untuk ijin ke toilet, ajakanya tak pernah berhenti, katanya tak apa walaupun sedang berhalangan, yang gak boleh kan sholat, aku pun membalasnya dengan senyum. "Mput, gak ke Mushola?" , treeeng , tiba tiba BBM masuk , dan ia menanyakan seperti itu, ia tetap menungguku yang beralasan ke toilet namun tak kunjung kembali. Aku pun langsung bergegas menuju mushola, seperti mendapat teguran , isinya sederhana namun bagiku sangat berarti. Mendapatiku dibarisan yang terakir , dengan sisa waktu yang sedikit, tapi alhamdulillah masih dapat materinya. Dia pun tersenyum menandakan betapa bahagianya dengan kehadiranku di Mushola, agak GR sedikit sih. hehe. Rasanya merasa bersalah karena mengikuti bisikan bisikan syaiton yang terkutuk untuk mangkir pada kajian jumat ini. "Ya Allah maafkan aku" renungku sambil berfikir dan mengingat salah satu ucapan yang sangat indah, "Jika kau punya teman yang selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah, maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah engkau melepaskanya, karena mencari teman baik itu sudah , tapi melepaskannya sangat mudah" (Imam syafi'i) .Setelah kejadian itu, aku semakin dekat denganya, sering datang kajian bareng, diskusi masalah agama, sampai masalah 'cinta' dengan bumbu canda tawa ria.
Hal yang berarti yang kulihat darinya, dia menolak bersalaman bersama laki-laki yang hendak bersalaman denganya. Hanya senyum yang tersingkap diwajahnya, tak sedikitpun menyentuh laki-laki yang bukan mahromnya. Aku pun ikut-ikutan ragu menerima uluran tangan seorang 'ikhwan' yang hendak bersalaman denganku, namun karena sedikitnya ilmu yang ku punya, aku menerima uluran tangan 'ikhwan' yang hendak menyalamiku, terasa sebuah sengatan, bukan asmara tapi lebih dahsyat dari itu, disitulah ku merasakan tiupan angin hidayah Allah menghampiriku. Malamnya aku pun tak bisa tidur, memikirkan apa yang telah terjadi. Hati ini rasanya hampa, senyap, sampai akhirnya deraian air mata mengucur deras, ku ceritakan apa yang kurasa kepadanya," Bukan kamu yang ga sopan, tapi mereka yang ga sopan. Menyentuh yang bukan mahrom itu ga boleh..." pesanya yang paling ku ingat. "penampilanku masih kaya gini kak, kayanya aku belum pantes buat berbuat syar'i, kayak kakak,"Belajar dek." Deg, aku merenung,"Bismillah ya Allah, aku telah tersentuh cintaMu, kumohon istiqomahkanlah hamba dijalanMu"

Nama Lengkap: 
Putri Devi
Nama Kontingen Perusahaan: 
Denso Indonesia
Alamat Perusahaan: 
Jl. Selayar III Blok K-2 Kawasan Industri MM2100 Cikarang Barat Bekasi