Pahala per Mililiter

Mentari Ramadhan tampak tak canggung lagi memancarkan cahayanya. Dedaunan hijau dilatar workshop maintenance bulldozer pun mulai memudarkan tetesan hujan yang tersisa dari lebatnya hujan semalaman penuh. meskipun demikian, kecipak lumpur dan genangan air masih terlihat dibeberapa kubangan bekas ban mobil yang melewati area tersebut.

Hari ini begitu cerah, pagi yang masih menunjukkan pukul 6.30 pun sudah bisa merasakan sengatan kecil di kulit akibat intensitas cahaya matahari yang sudah mulai memanas.

Beberapa Mekanik tampak turun dari bus dan menuju ruang ganti untuk sekedar mengganti baju kerjanya, yang selanjutnya harus bersiap diri kembali untuk melakukan apel pagi guna pembagian job dan informasi tentang keselamatan kerja.

Tertulis dipapan pembagian job, nama Putra dan Yadi untuk aktifitas Repair Bulldozer.

Aktifitas Repair adalah Aktifitas perbaikan unit setelah mengalami kerusakan yang tak terjadwal atau biasa lebih dikenal Breakdown Unschedule.

" Pak Marsudi, ayo mendekat ke tempat pengambilan tool box " Seru yadi kepada driver sarana yang akan diajak berkeliling tambang untuk mendatangi unit yg rusak.

" Siap Konco " Marsudi menyahut ajakan Yadi dengan sigap.

Sembari menunggu Putra dan Yadi menaikkan Tool Box dan beberapa kebutuhan perbaikan unit, Marsudi mengecek lagi kelengkapan dan kesiapan mobilnya untuk beroperasi.

" Ayo berangkat Pak Marsudi " Ajak Putra yang telah duduk di bangku depan sebelah kiri driver dan sambil menutup pintunya.

" Jangan Lupa pakai seat belt nya Pak Putra dan Pak Yadi " Ujar Marsudi mengingatkan.

Dengan membunyikan klakson dua kali, mobil itupun mulai bergerak menuju ke area tambang.

Marsudi adalah sosok driver yang humoris, asik dan sangat kooperatif untuk diajak kerjasama. Sehingga kamipun nyaman ketika bekerja bersama dia. Sepanjang perjalanan kami, biasanya kami gunakan untuk bercanda bersama sehingga status kita bukan hanya sebagai mekanik dan driver, tapi bisa sudah sepertinya layaknya keluarga.

" Jangan Lupa Stop pak Marsudi, patuhi rambu " Putra mengingatkan Marsudi setelah melihat rambu Stop di persimpangan.

" Ya, Siap Konco " Marsudi pun mengiyakan.

" Pak....Pak...Sudah delapan detik ini, dan jalanan pun sudah aman. Ayo jalan lagi mobilnya " Seru Putra yang ternyata berusaha membuyarkan fokus pandangan marsudi yang terus memandang ke arah seberang jalan.

" Ada apa sih Pak ? " Lanjut Putra bertanya.

" Kenapa kenapa ? " Tanya Yadi yang duduk dikursi belakang driver yang mulai ikut penasaran

" Eh itu sepertinya ada mobil yang sedang mogok, kenapa ya" Marsudi berusaha menjawab pertanyaan yang sebenarnya dia sendiri masih menerka apa yang sebenarnya terjadi.

" Biarin saja Pak Marsudi, Bukan karena kita ga mau bantu, tapi kan kita sudah punya job masing - masing " Putra beralasan kepada Marsudi.

" Panasnya menyengat lagi Pak " Yadi menimpali dan mendukung alasan Putra.

Marsudi pun seperti tak menggubris alasan para penumpangnya tersebut. Dia segera menjalankan mobilnya dan mengemudikan setirnya mengarah ke mobil yang rusak tadi.

" Ingat Konco - konco ku sekalian, ini bulan puasa, kita harus banyak melakukan hal yg baik. Panas iya, Panas banget malah dan saya tahu itu. Tapi bisa dibayangkan tidak, jika pahala yg bisa kita dapat dihitung dari setiap mili liter tetesan keringat kita " Ujar Marsudi berusaha menasihati diri sendiri dan rekan kerjanya tersebut.

" Pak Marsudi....langsung tancap gasnya dan segera dekati mobil mogok itu " Ucap Putra bersemangat sembari mengarahkan telunjuknya ke mobil mogok itu.

" Ayo Lincah..lincah " Tambah Yadi yang tak kalah bersemangat setelah mendengar setiap mililiternya adalah pahala.

Setelah didekati, ternyata ban mobil itu bocor dan Si driver tidak membawa ban cadangannya.

Dengan wajah kegembiraan, Yadi dan Putra pun mengganti Ban mobil yg bocor dengan ban mobil cadangan milik marsudi. Keringat mulai bercucur mengalir dan menganak-sungai disepanjang pipi yang juga mulai menghitam akibat sengatan matahari kala itu. Tapi, tangan dan otot mereka tak sedikitpun terlihat kendur menyelesaikan pekerjaannya.

" Super sekali konco koncoku ini " Salut marsudi sembari mengacungkan dua jempol tangannya.

" Alhamdulillah ya, kalo bisa bantu orang lain tuh rasanya puas juga ya" Ujar putra terlihat puas.

" Iya ya...kaya ada manis manisnya gitu. Apalagi pahalanya per mililiter meringat kita..Subhanallah " Gumam Yadi sambil mengusap wajah yang bercucuran keringat.

Mereka pun melanjutkan aktifitas Repair unit bulldozer yang sempat tertunda.

" Mekanik Repair Dozer monitor!! Posisi dimana sekarang jerr " Terdengar suara panggilan dari radio komunikasi di dalam mobil.

" Di changeshift Batubara jer" jawab Putra sambil memencet tombol PTT radio komunikasi tersebut.

Tak selang berapa lama, datang Pak Ari membawa bungkusan untuk Yadi, putra dan marsudi.

Ya, mereka mengenal Pak Ari sebagai namanya setalah saling ngobrol dan tampaknya mulai akrab satu sama lain.

Nama Lengkap: 
Andika Dwi Saputra
Nama Kontingen Perusahaan: 
Pamapersada Nusantara
Alamat Perusahaan: 
Distrik Indo, Bontang Kalimantan Timur