Ustadz Dadakan

Masih berkisah tentang sosok Lukman yang setiap harinya bekerja menempuh jarak sekira 65 kilometer, profesi sehari-harinya adalah sebagai 'buruh pendidikan' alias mengajar di salah satu Astra Group. Perjuangannya berangkat dan pulang bekerja sungguh ironi, pindah dari satu moda ke moda lain. Mulai dari KRL, omprengan, busway, ojek online bahkan angkot pun ia jabanin agar tidak terlambat sampai tempat ia menjemput rizki. kadang ia berfikir dalam hati,
"ada gak yaa baling-baling bambu?" gumamnya.
Di bulan ramadhan ini Lukman yang sedari mahasiswa dikenal menjadi ketua rohis di kampusnya dulu, mulai sering mendapatkan undangan BukBar (Buka Bareng) dari beberapa organisasi atau jurusan di kampusnya dulu. Meskipun sampai rumahnya nanti terkadang pukul 23.00, ia menyempatkan untuk memenuhi undangannya.
Yaa ia menjadi 'ustadz dadakan'.
Namanya saja 'ustadz dadakan', dikasih nasi kotak dan beberapa butir kurma pun tidak masalah baginya.
Sepanjang ramadhan sudah 3 kali ini ia mengisi di acara-acara BukBar kampusnya dulu, meski berat ia jalani namun prinsip hidupnya sudah jelas,
"khairunnaas, anfa'uhum linnaas, sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lain" fikirnya.
terkadang ia merasa berat hati harus meninggalkan Maryam berbuka puasa sendirian di rumah, namun motivasi dari Maryam membuat Lukman lebih bersemangat untuk berbagi motivasi, pengalaman dan materi yang disajikan kepada para peserta BukBar.
"Semangat yaa shaliih, semoga ini menjadi ladang amal dan bukan hanya menjadi shalih tpi juga mushlih..." bunyi motivasi dari Maryam lewat pesan BBM-nya.
Ketiga kajian yang disampaikan oleh Lukman adalah seputar kehidupan remaja masa kini, seperti contoh cuplikan materi "manajemen hati" yang ia sampaikan di BukBar salah satu jurusan di kampus. Isinya menggelitik para hadirin/at,
"Para adik-adik semuanya, masa muda ini memang masa yang berapi-api seperti lagunya Haji Rhoma Irama (Lukman bernyanyi, disambut cuitan para hadirin/at), yaa masa berapi-api, tinggal bagaimana kita letakan semangat berapi-api itu, di hal yang baik atau yang buruk?" pungkasnya.
"Selanjutnya adik-adiku sekalian, perkara hati itu adalah hal yang fluktuatif, kadang naik kadang turun, tapi banyak banget turunnya tuh sampai tersungkur-sungkur kita. Apalagi yang habis putus cinta. Betul tidak? (dengan gaya 'Aa Gym)" ujarnya.
Dan dijawab oleh para hadirin/at.
"Betuuuuuul...." jawab mereka serentak.
kemudian dilanjutkan oleh Lukman,
"Yaaah begitulah adik-adikku sekalian, lalu bagaimana sikap kita untuk menyikapi perkara hati ini? tak lain dan tak bukan adalah kita selalu berdo'a kepada Sang Pemilik Hati di setiap setelah shalat 5 waktu, dhuha, antara adzan-iqamah dan tahajud kita. Apa do'anya? Rasulullah shalallaahu 'alayhi wasallaam mengajarkan: Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbi 'alaa diinik.. Wahai Zat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.. Bisa yaa amalin do'a ini?" paparnya.
"Bisaaaaaa....." jawab mereka antusias.
Waktu berbuka puasa pun tinggal sekira 3 menit lagi. Lukman menyudahi paparan materinya dan meminta para hadirin/at langsung berdo’a dan mengamalkan materinya.
“Mumpung masih 3 menit lagi nih untuk berbuka, salah satu aktifitas yang sering dilalaikan di bulan Ramadhan ini adalah berdo’a sambil nungguin adzan maghrib. Ini adalah waktu yang mustajab. Daripada ngabuburit sana-sini, yang ada malah mata jelalatan kemana-kemana. Maka dari itu adik-adikku, saya sudahi materi ini dan yuk sama-sama kita berdo’a memohon ampun sama Allaah, dan selipkan do’a yang sudah saya sampaikan tadi…” pungkasnya.
Setelah acara BukBar itu selesai, Lukman melanjutkan shalat tarawih di Masjid dekat kantornya sebelum ia pulang ke rumah.

NB: cerita di dalam cerpen ini adalah fiktif belaka, bila ada kesamaan materi dan tokoh, mohon dimaafkan.

Nama Lengkap: 
Rohmat Setiawan
Nama Kontingen Perusahaan: 
Polman Astra
Alamat Perusahaan: 
Jalan Gaya Motor Raya No. 8, Sunter II, Jakarta Utara 14330